Dept. SPBE/SPPBE

Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji

  • Sarana khusus kepanjangan PT Pertamina (Persero) untuk penyaluran dan pelayanan LPG bagi masyarakat umum pengguna LPG melalui Agen LPG 12 kg/50 kg atau 3 kg.
  • Bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan sesuai persyaratan PT Pertamina (Persero) serta berkepentingan untuk memperoleh penghasilan yang memadai dari usahanya sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu dari Transport Fee dan Filling Fee.
  • Mempunyai permodalan dan segi keuangan yang cukup bonafide.
  • Dapat bekerja sama dan berkomunikasi secara baik dengan istansi-instansi terkait.
  • Pengusaha SPPBE mempunyai izin prinsip dari PT Pertamina (Persero) dan berbentuk Badan Usaha/koperasi.
  • Mempunyai/menguasai alat-alat tempat penimbunan (storage tank), pengangkutan (skid tank), dan pengemasan/pengisian LPG (carrousel) khusus tabung 12 kg, 50 kg, dan 3 kg yang cukup dan memadai.
  • Desain lokasi sesuai persetujuan PT Pertamina (Persero).
  • Mempunyai stok/inventaris tabung 12 kg, 50 kg, dan 3 kg sebagai rolling dengan agen LPG.
  • LPG yang berasal dari Instalasi/Supply Point/Depot PT Pertamina (Persero) diangkut oleh kendaraan skid tank pengusaha SPPBE sendiri.
  • Bersedia menaati/mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh PT Pertamina (Persero) maupun Pemerintah Daerah yang ada kaitannya dengan penyaluran LPG.

Dept. SPBU

Pemasaran BBM Retail merupakan salah satu fungsi di Direktorat Pemasaran dan Niaga yang menangani pemasaran BBM Retail untuk sektor transportasi dan rumah tangga. Pertamina melakukan pemasaran BBM Retail melalui lembaga penyalur Retail BBM/BBK yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia, seperti Agen Premium & Minyak Solar (APMS). Ada pula produk BBM solar yang diberi nama SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) yang bisa ditransportasikan dengan mudah (transportable) untuk memberikan kemudahan akses dan kepastian pasokan BBM untuk nelayan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Dept. Angkutan BBM

Sarana transportasi khusus untuk penyaluran dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium, Solar, dan Bahan Bakar khusus (Pertamax Turbo dan Pertamax) bagi masyarakat umum yang disalurkan oleh SPBU.

  • Pengusaha Transportir BBM adalah pelaksana/kepanjangan tangan PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan BBM kebutuhan SPBU yang akan menyalurkan kepada masyarakat pengguna, dan bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan sesuai persyaratan PT Pertamina (Persero) serta berkepentingan untuk memperoleh penghasilan yang memadai dari usahanya sesuai ketentuan yang berlaku dari hasil sewa (rental) kendaraan yang diperoleh dari PT Pertamina (Persero).
  • Mempunyai permodalan dan segi keuangan yang cukup.
  • Dapat bekerja sama dan berkomunikasi secara baik dengan instansi-instansi terkait.
  • Pengusaha Transportir berupa Badan Usaha/Koperasi.
  • Memiliki kendaraan truk tangki khusus untuk angkutan BBM (Premium, Solar, dan Bahan Bakar khusus) yang memadai dan sesuai spesifikasi yang disyaratkan oleh PT Pertamina (Persero).

Dept. Agen LPG

Agen LPG 3 kg

  • Keagenan LPG 3 kg adalah eks agen minyak tanah yang telah dikonversi menjadi agen LPG 3 kg.
  • Mata rantai pertama dalam jaringan penyaluran LPG khusus volume 3 kg setelah PT Pertamina (Persero).
  • Agen LPG 3 kg berbentuk badan usaha/koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga dari PT Pertamina (Persero) unit pemasaran.
  • Dalam melaksanakan penyaluran, Agen LPG 3 kg harus mempunyai pangkalan-pangkalan LPG 3 kg, mengutamakan eks pangkalan minyak tanah.
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya: mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 3 kg hingga pelosok-pelosok tempat masyarakat diberi pembagian cuma-cuma tabung berikut kompor dan selang oleh pemerintah.
  • Mempunyai stok tabung LPG 3 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang khusus LPG 3 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup.

Agen LPG 12 kg

  • Merupakan mata rantai dalam jaringan penyaluran LPG PT. Pertamina (Persero) kepada konsumen dengan volume 12 kg.
  • Agen LPG 12 kg  berbentuk Badan Usaha/Koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga atas usulan dari PT. Pertamina (Perseo) Unit Pemasaran.
  • Keagenan LPG diberikan Nomor Induk Agen Pertamina (NIAP).
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya : mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 12 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup bonafide.
  • Mempunyai stok tabung volune 12 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang LPG.
  • Bersedia menaati/mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) yang terkait dengan penyaluran LPG.

Agen LPG 50 kg

  • Merupakan mata rantai dalam jaringan penyaluran LPG PT Pertamina (Persero) kepada konsumen dengan volume LPG 50 kg.
  • Agen LPG 50 kg berbentuk Badan Usaha/Koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga atas usulan dari PT Pertamina (Perseo) Unit Pemasaran.
  • Keagenan LPG diberikan Nomor Induk Agen Pertamina (NIAP).
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya: mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 50 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup bonafide.
  • Mempunyai stok tabung volume LPG 50 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang LPG.
  • Bersedia menaati/mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) yang ada kaitannya dengan penyaluran LPG.

Profil Ketua Umum

Profil� Ketua Umum DPP HiswanaMigas

DR. Ir. Eri Purnomohadi, MM 
Ketua Umum DPP Hiswana Migas


DR. Ir. Eri Purnomohadi sejak muda sudah aktif di Hiswana Migas. Ia pernah menjadi Ketua DPC Hiswana Migas Tasikmalaya dan Ketua Departemen Transportir dan Kontraktor Angkutan BBM ke SPBU DPP Hiswana Migas (1997-2001). Hingga kemudian, tahun 2001-2003, pria kelahiran Tasikmalaya Jawa Barat, 11 Agustus 1961 ini mengomandani organisasi yang kini beranggotakan sekitar 9000 pengusaha migas di Indonesia. Tetapi, sesudah itu Eri sempat meninggalkan Hiswana Migas.
”Kepergian” Eri dari Hiswana Migas pun sebenarnya tidak jauh-jauh, karena ia dipercaya menjadi Anggota KomiteBadan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), 2003-2007. Tapi akhirnya ia kembali, dan alumni Fakultas Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta, dan Universitas Indonesia, Program Studi Management Internasional (Strata-2 Magister Management) ini terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hiswana Migas 2010-2014. Pada saat memimpin Hiswana Migas ini, Eri masih sempat menyelesaikan program Doktor Manajemen Bisnis di MB Institut Pertanian Bogor (IPB), bidang Marketing, dengan disertasi terkait “persepsi Konsumen”.


Keluarga Migas
Dunia migas memang telah menjadi bagian hidupnya. Selain sebagai penerus generasi keluarga yang menggeluti usaha migas, Bapak empat puteri ini (tak ragu memilih bidang energi. Ia terjun ke bisnis ini sejak lulus kuliah, dimulai sebagai Direktur Teknik PT. KARYA MUKTI UTAMA AGUNG Bandung dan sebagai pengusaha SPBU (1993-2002), serta pengusaha keagenan minyak tanah Pertamina (1996-2002). Terakhir ia menjabat Direktur Utama (setelah sebelumnya Direktur Operasi) PT. ASSA MAS BUANA MAKMUR yang bergerak di bidang pelayanan dan penyediaan dalam pendistribusian BBM (Premium dan Solar) dan Non BBM termasuk Elpiji Pertamina ke masyarakat. Pelaksanaan jasa angkutan pelumas Pertamina dari Lube Oil Blending Plan (LOBP), Tanjung Priok ke Gudang Nusantara di Plumpang. 
Selain itu, Eri juga aktif di berbagai organisasi, seperti KADIN dan Masyarakat Energi Indonesia. Seminar dan lokakarya di bidang migas juga telah diikutinya, baik nasional maupun internasional.