Dept. SPBU

Pemasaran BBM Retail merupakan salah satu fungsi di Direktorat Pemasaran dan Niaga yang menangani pemasaran BBM Retail untuk sektor transportasi dan rumah tangga. Pertamina melakukan pemasaran BBM Retail melalui lembaga penyalur Retail BBM/BBK yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia, seperti Agen Premium & Minyak Solar (APMS). Ada pula produk BBM solar yang diberi nama SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) yang bisa ditransportasikan dengan mudah (transportable) untuk memberikan kemudahan akses dan kepastian pasokan BBM untuk nelayan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

Dept. Angkutan BBM

Sarana transportasi khusus untuk penyaluran dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium, Solar, dan Bahan Bakar khusus (Pertamax Turbo dan Pertamax) bagi masyarakat umum yang disalurkan oleh SPBU.

  • Pengusaha Transportir BBM adalah pelaksana/kepanjangan tangan PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan BBM kebutuhan SPBU yang akan menyalurkan kepada masyarakat pengguna, dan bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan sesuai persyaratan PT Pertamina (Persero) serta berkepentingan untuk memperoleh penghasilan yang memadai dari usahanya sesuai ketentuan yang berlaku dari hasil sewa (rental) kendaraan yang diperoleh dari PT Pertamina (Persero).
  • Mempunyai permodalan dan segi keuangan yang cukup.
  • Dapat bekerja sama dan berkomunikasi secara baik dengan instansi-instansi terkait.
  • Pengusaha Transportir berupa Badan Usaha/Koperasi.
  • Memiliki kendaraan truk tangki khusus untuk angkutan BBM (Premium, Solar, dan Bahan Bakar khusus) yang memadai dan sesuai spesifikasi yang disyaratkan oleh PT Pertamina (Persero).

Dept. Agen LPG

Agen LPG 3 kg

  • Keagenan LPG 3 kg adalah eks agen minyak tanah yang telah dikonversi menjadi agen LPG 3 kg.
  • Mata rantai pertama dalam jaringan penyaluran LPG khusus volume 3 kg setelah PT Pertamina (Persero).
  • Agen LPG 3 kg berbentuk badan usaha/koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga dari PT Pertamina (Persero) unit pemasaran.
  • Dalam melaksanakan penyaluran, Agen LPG 3 kg harus mempunyai pangkalan-pangkalan LPG 3 kg, mengutamakan eks pangkalan minyak tanah.
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya: mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 3 kg hingga pelosok-pelosok tempat masyarakat diberi pembagian cuma-cuma tabung berikut kompor dan selang oleh pemerintah.
  • Mempunyai stok tabung LPG 3 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang khusus LPG 3 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup.

Agen LPG 12 kg

  • Merupakan mata rantai dalam jaringan penyaluran LPG PT. Pertamina (Persero) kepada konsumen dengan volume 12 kg.
  • Agen LPG 12 kg  berbentuk Badan Usaha/Koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga atas usulan dari PT. Pertamina (Perseo) Unit Pemasaran.
  • Keagenan LPG diberikan Nomor Induk Agen Pertamina (NIAP).
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya : mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 12 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup bonafide.
  • Mempunyai stok tabung volune 12 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang LPG.
  • Bersedia menaati/mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) yang terkait dengan penyaluran LPG.

Agen LPG 50 kg

  • Merupakan mata rantai dalam jaringan penyaluran LPG PT Pertamina (Persero) kepada konsumen dengan volume LPG 50 kg.
  • Agen LPG 50 kg berbentuk Badan Usaha/Koperasi yang diangkat oleh Direktur Pemasaran dan Niaga atas usulan dari PT Pertamina (Perseo) Unit Pemasaran.
  • Keagenan LPG diberikan Nomor Induk Agen Pertamina (NIAP).
  • Mempunyai/menguasai alat-alat penyaluran (misalnya: mobil bak terbuka) yang baik dan cukup jumlahnya untuk menyalurkan LPG 50 kg.
  • Mempunyai permodalan yang cukup bonafide.
  • Mempunyai stok tabung volume LPG 50 kg yang cukup.
  • Mempunyai gudang LPG.
  • Bersedia menaati/mematuhi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero) yang ada kaitannya dengan penyaluran LPG.